• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Fakta Menarik: Mengapa Menikah Bisa Membuat Pria Tambah Berat Badan?

img

Healthcare.biz.id Mudah mudahan kalian sehat dan berbahagia selalu. Di Kutipan Ini saya akan mengupas tuntas isu seputar Kesehatan, Hubungan, Psikologi, Gaya Hidup. Konten Yang Menarik Tentang Kesehatan, Hubungan, Psikologi, Gaya Hidup Fakta Menarik Mengapa Menikah Bisa Membuat Pria Tambah Berat Badan Dapatkan gambaran lengkap dengan membaca sampai habis.

    Table of Contents

Pernikahan memiliki dampak yang lebih dari sekadar emosional, salah satunya adalah peningkatan risiko kelebihan berat badan. Menariknya, studi menunjukkan bahwa pria yang menikah memiliki kemungkinan kelebihan berat badan hingga 62 persen, sedangkan wanita memiliki risiko sebesar 39 persen. Penelitian terbaru menemukan bahwa pernikahan berkontribusi terhadap peningkatan 5,2 persen untuk pria yang mengalami kelebihan berat badan dan 2,5 persen pada pria yang sudah mengalami obesitas.

Pakar kesehatan menyatakan bahwa perilaku dan harapan sosial, termasuk pernikahan, dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kesehatan, terutama pada pria. Fenomena ini menarik perhatian para peneliti di National Institute of Cardiology di Warsawa, Polandia. Mereka ingin mengeksplorasi lebih lanjut tentang apa yang dapat menyebabkan pernikahan mengakibatkan peningkatan risiko obesitas, terlebih dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang sudah dikenal, seperti pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.

Dalam studi tersebut, peneliti melakukan analisis statistik untuk mengetahui hubungan antara peningkatan berat badan dengan beberapa faktor, termasuk usia, status pernikahan, kesehatan mental, dan aspek lainnya. Di sisi lain, wanita tampaknya terpengaruh oleh faktor-faktor berbeda. Misalnya, kondisi depresi dapat menggandakan risiko obesitas, sedangkan rendahnya literasi kesehatan meningkatkan risiko sebesar 43 persen. Wanita yang tinggal di komunitas kecil juga lebih rentan terhadap obesitas.

Penelitian sebelumnya dari Universitas Bath menemukan bahwa rata-rata pria yang sudah menikah memiliki berat badan 1,4 kg lebih berat dibandingkan dengan mereka yang belum menikah. Temuan di Warsawa juga menunjukkan pentingnya usia, di mana setiap tambahan tahun berkontribusi pada kenaikan risiko kelebihan berat badan sebanyak 3 persen untuk pria dan 4 persen untuk wanita. Sedangkan risiko obesitas meningkat sebesar 4 persen pada pria dan 6 persen untuk wanita, namun tidak ditemukan peningkatan risiko obesitas pada wanita yang menikah.

Hal ini dapat dikaitkan dengan pola makan yang lebih kaya kalori dan kurangnya aktivitas fisik. Individu yang terlibat dalam sebuah hubungan cenderung memiliki kebiasaan makan yang lebih teratur dan seringkali lebih banyak terkendala oleh kewajiban sosial, seperti yang diungkapkan oleh Joanna Syrda, ahli ekonomi bisnis. Dia menyatakan bahwa berat badan dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial, psikologis, dan lingkungan yang kompleks.

Temuan baru yang dipresentasikan pada Kongres Eropa tentang Obesitas di Málaga, Spanyol, mengungkapkan bahwa pria yang telah menikah memiliki risiko obesitas 3,2 kali lipat dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak menikah. Selaras dengan penelitian di Tiongkok pada tahun 2024, yang menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (BMI) pria cenderung meningkat dalam lima tahun pertama setelah menikah, dan kembali menurun menjelang atau setelah masa perceraian.

Jim Pollard, seorang konsultan dari Men's Health Forum, mengingatkan agar kita tidak memberikan interpretasi berlebihan terhadap temuan ini. Dalam pandangannya, saat ini lebih dari 2,5 miliar orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia telah teridentifikasi sebagai kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. Diprediksi bahwa pada tahun 2050, lebih dari setengah populasi orang dewasa dan sepertiga anak-anak akan mengalami kondisi serupa.

Data yang digunakan dalam penelitian tersebut melibatkan 2.405 orang dengan rata-rata usia 50 tahun, serta menunjukkan bahwa faktor-faktor lain tidak berpengaruh signifikan pada pria. Katharine Jenner, Direktur Obesity Health Alliance, menekankan bahwa masalah kelebihan berat badan tidak hanya berkaitan dengan pemilihan gaya hidup individu. Kombinasi antara gaya hidup yang padat, stres dari pekerjaan, serta pola makan yang tidak sehat juga bisa memicu peningkatan berat badan, khususnya pada pria yang menikah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menangani obesitas bagi pria dan wanita.

Terima kasih telah mengikuti pembahasan fakta menarik mengapa menikah bisa membuat pria tambah berat badan dalam kesehatan, hubungan, psikologi, gaya hidup ini Saya berharap artikel ini menambah wawasan Anda selalu bersyukur atas pencapaian dan jaga kesehatan paru-paru. Sebarkan kebaikan dengan membagikan ke orang lain. jangan lewatkan artikel lainnya. Terima kasih.

Special Ads
© Copyright 2024 - Ini judul website saya
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads