Studi Mengejutkan: Ternyata Pria Lebih Rentan Kanker karena Kondisi Tubuh Tertentu!
Healthcare.biz.id Hai semoga harimu menyenangkan. Di Tulisan Ini saya akan membahas perkembangan terbaru tentang Kesehatan, Kanker, Penelitian, Pria, Kondisi Tubuh. Artikel Dengan Fokus Pada Kesehatan, Kanker, Penelitian, Pria, Kondisi Tubuh Studi Mengejutkan Ternyata Pria Lebih Rentan Kanker karena Kondisi Tubuh Tertentu jangan sampai terlewat.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ukuran lingkar pinggang yang lebih besar berpotensi menjadi indikator risiko kanker yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan indeks massa tubuh (BMI). Temuan ini menunjukkan bahwa lingkar pinggang bisa lebih signifikan dalam mengidentifikasi ancaman kanker terkait obesitas. Menurut analisis, peningkatan BMI hanya meningkatkan risiko sebesar 19 persen, sedangkan pada wanita, peningkatan lingkar pinggang sekitar 12 cm dan peningkatan BMI keduanya berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker sebesar 13 persen.
Kanker yang dihubungkan dengan obesitas meliputi beberapa jenis, antara lain kanker esofagus (adenokarsinoma), lambung (kardia), usus besar, rektum, hati, saluran empedu intrahepatik, kantong empedu, pankreas, payudara (setelah menopause), endometrium, ovarium, karsinoma sel ginjal, meningioma, tiroid, dan mieloma multipel. Penelitian ini dikoordinasikan oleh Dr. Ming Sun dan Dr. Josef Fritz, bersama para ilmuwan lainnya.
Meskipun BMI memberikan ukuran keseluruhan tubuh, ia tidak menjelaskan distribusi lemak, ungkap para peneliti. Mereka mencatat bahwa ligkar pinggang dapat menjadi indikator yang lebih tepat terkait dengan adipositas perut. Ini mengisyaratkan perlunya studi lanjutan untuk memahami lebih dalam mengenai hubungan antara ukuran tubuh dan risiko kanker.
Pada pria, peningkatan lingkar pinggang sekitar 11 cm terkait dengan peningkatan risiko kanker hingga 25 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa ukuran lingkar pinggang berfungsi sebagai prediktor kanker yang lebih akurat dibandingkan BMI. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana perbedaan antara pria dan wanita dalam distribusi lemak tubuh mempengaruhi perkembangan kanker.
Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data yang mencakup sekitar 340.000 warga Swedia, berusia sekitar 51 tahun, di mana pengukuran BMI dan lingkar pinggang dilakukan dari tahun 1981 hingga 2019. Dari jumlah tersebut, terdapat 18.185 kasus kanker terkait obesitas di antara peserta studi. Dengan pertimbangan ini, para peneliti berpendapat bahwa lingkar pinggang merupakan ukuran lemak visceral yang lebih tepat, terutama pada pria.
Selain itu, peneliti juga mencatat bahwa lemak berlebih dapat berhubungan dengan kadar insulin yang lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa ukuran lingkar pinggang lebih berkaitan dengan risiko kanker bagi pria.
Para ilmuwan percaya bahwa memahami perbedaan biologis dan fisiologis antara kedua jenis kelamin dapat mengarahkan pada penilaian risiko kanker yang lebih akurat. Komponen lemak visceral, yang lebih aktif secara metabolik, sangat berdampak pada kesehatan dan telah terkait dengan berbagai kondisi kesehatan yang merugikan, termasuk resistensi insulin, peradangan, serta kadar lemak darah yang tidak ideal.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute dan direncanakan akan dipresentasikan pada Mei mendatang di Kongres Eropa mengenai Obesitas di Malaga, Spanyol. Tanja Stocks dari Universitas Lund menyatakan bahwa menggabungkan ukuran lingkar pinggang dengan lingkar pinggul pada wanita dapat memberikan estimasi yang lebih akurat tentang lemak visceral.
Demikianlah studi mengejutkan ternyata pria lebih rentan kanker karena kondisi tubuh tertentu telah saya bahas secara tuntas dalam kesehatan, kanker, penelitian, pria, kondisi tubuh Silakan bagikan informasi ini jika dirasa bermanfaat tetap percaya diri dan perhatikan nutrisi tubuh. silakan share ini. Terima kasih telah membaca
✦ Tanya AI